Ketika suatu waktu kita menemui masalah, biasanya kita mengeluh dan berbagi rasa kepada kawan, saudara ataukah yang lainnya, kata yang bijak dan umum sekali didapatkan adalah sabar dan ikhlas, akan tetapi coba kita posisikn diri kita pada orang yang yang mendapatkan keluhan. kitapun mungkin akan menjawab dengan kata yang sama. Akan tetapi sekali lagi jangan biarkan kata ataupun wejangan itu kita ucapkan semata sebab disini mungkin kita sendiri tidak memiliki sifat itu, dengan demikian penulis mempunyai satu pertanyaan yang sampai saat ini selalu ada dalam fikiran dan belum terjawab. Ketika kita memberikan satu nasehat untuk solusi sebuah masalah, dimana ketika masalah yang sama terjadi pada diri kita dan kita tidak bisa melakukan seperti yang kita nasihatkan, apakah kita termasuk orang munafi? ini merupakan sebuah pertanyaan penulis bukan merupakan satu kesimpulan,
Salah satu ciri orang munafik adalah kala ia berbicara ia berdusta ..apabila kita menganjurkan sesuatu yang baik/solusi meskipun kita belum bisa melakukannya maka menurut ulama kita digolongkan pada orang yang merugi..Umat Islam disuruh untuk terus melakukan kebaikan meskipun hanya nasehat, meskipun hanya satu ayat..kendati ia sendiri belum mempraktekkannya...Jika kita mampu melaksanakan sepenuhnya kebaikan yang kita nasehatkan kepada orang lain maka insyaAllah kita termasuk orang yang beruntung...
BalasHapus