Ketika kita bercermin pada satu permasalahan yang sering terjadi dan timbul kata sikaya makin kaya simiskin makin miskin apa sebenarnya penyebab utama semua itu?
Dalam beberapa praktek bisnis yang penulis perhatikan, sering kali terbersit fikiran "orang kaya itu adalah sebenarnya keturunan?" pada umumnya ya, bahkan ada satu penguat teori tersebut yang dikatakan bahwa jodoh orang itu tidak jauh dari pribadi dirinya sendiri, dalam hal ini kemungkinan besar kata semakin akan tumbuh dengan alami. dalam kenyataannnya jarang sekali ditemukan seorang ahli ibadah mempunyai pasangan orang sembarangan mereka selalu mencari pasangan sepadan, begitu juga orang yang memiliki kekayaan dunia biasanya mencari hal yang sepadan pula. dengan begitu orang yang kaya htinya semakin kaya dan orang yang kaya dunianyapun semakin kaya.
Tapi hal terebut diatas bukanlah suatu kemutlakan bahkan ada pula diantaranya yang berltolak belakang. dengan demikian hal tersebut bukan lah sesuatu yang tidak bisa dirubah.
Sekarang pertanyaannya adalah :
1. Mampukah seorang ahli ibadah memilih pasangan wanita dari (maaf) "nakal", Atau Pasngan laki-laki (maaf) jahat, dengan niat melakukan revolusi ahlak untuk orang yang dinikahi.
2. Mampukah Seorang kaya raya memilih pasangan yang benar-benar miskin dengan niat mengangkat derajat orang yang dinikahi.
Kalau 2 hal diatas mampu dilakukan apakah itu akan menjadi salah satu dari solusi? ataukah malah bencana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar